ABU BAKAR BA'ASYIR (Ketakutan Amerika!) 2

~~10 Januari 2002, Ketua Kejaksaan Negeri (KEJARI) Sukaoharjo, Muljadji menyatakan bahawa pihaknya akan segera memberi kata putus mengenai penarikan balik hukuman Mahkamah Agung terhadap pemimpin tertinggi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Abu Bakar Ba'asyir. Untuk itu, KEJARI akan segera melakukan koordinasi dengan POLRES dan Kodim Sukoharjo.

~~25 Januari 2002, Ba'asyir memenuhi panggilan untuk melakukan klarifikasi di MABES (Markas Besar) Polri. Beliau datang ke Gedung Direktorat Intelijen di Jakarta sekitar jam 9.30 pagi ketika konferensi pers (sidang akhbar). Pengacara Abu Bakar Ba'asyir, Achmad Michdan mengatakan pemanggilan Abu BAkar Ba'asyir oleh Mabes Polri bukan sebahagian daripada tugas INTERPOL untuk memeriksa Ba'asyir. "Pemanggilan itu merupakan klarifikasi dan pengayoman terhadap warganegara." Tegas Achmad.

~~28 Februari 2002, Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew menyatakan Indonesia terutama Kota Solo sebagai "sarang teroris". Salah satu teroris yang dimaksudkan ialah Ba'asyir yang dikenali sebagai ketua JI.

~~19 April 2002, Ba'asyir menolak eksekusi atas keputusan Mahkamah Agung (MA), untuk menjalani hukuman pidana (kesalahan jenayah) selama 9 tahun penjara ke atas dirinya dalam hal penolakannya terhadap pancasila sebagai asas tunggal pada 1982. Ba'asyir menganggap, Amerika Syarikat berada disebalik eksekusi atas keputusan yang sudah diputuskan itu.

~~20 April 2002, Ba'asyir meminta perlindungan hukum kepada pemerintah kalau dipaksa menjalani hukuman sesuai dengan keputusan pembatalan hukum Mahkamah Agung pada tahun 1985. Hal ini disebabkan, dasar hukum untuk penghukuman Ba'asyir iaitu Undang-undang bernombor 11/PNPS/1963 mengenai Pembanterasan Tindak Pidana Subversi kini tidak berlaku lagi dan pemerintah sudha pun memberi pengampunan (amnesti) serta abolisi kepada tahanan narapidana politik (tahanan politik).

~~April 2002, pemerintah masih mempertimbangkan akan memberikan amnesti kepada Ba'asyir yang dijatuhi hukuman penjara selama 9 tahun oleh Mahkamah Agung kerana dinilai melakukan tindak pidana dengan menolak asas pancasila. Menurut Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (MENKEH dan HAM), Yusril Ihza Mahendra ternyata Ba'asyir belum termasuk tahanan politik / narapidana politik yang memperoleh amnesti dan abolisi dalam pemerintahan Presiden Habibie mahupun Abdurrahman Wahid.

~~8 Mei 2002, Kejaksaan Agung (KEJAGUNG) akhirnya memutuskan tidak akan melaksanakan eksekusi terhadap Abu Bakar Ba'asyir atas keputusan Mahkamah Agung untuk menjalani hukuman pidana selama 9 tahun penjara. Baginya dasar eksekusi tersebut yakni undang-undang nombor 11/PNPS/1963 sudah dicabut dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Sebaliknya, KEJAGUNG menyarankan kepada Ketua KEJARI sukoharjo, Jawa Tengah untuk meminta amnesti bagi Ba'asyir kepada Presiden Megawati Soekarnoputri.

~~8 Ogos 2002, Organisasi MMI mengadakan Kongres pertama di Yogjakarta untuk membentuk pimpinan mujahidin. Maka Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dilantik menjadi ketua sementara.

~~19 September 2002, Ba'asyir terbang ke Medan dan Banjar Masin untuk berceramah. dari sana, dia kembali ke Ngruki untuk mengajar di pesantrennya (asrama)

~~25 September 2002, Majalah TIME menulis artikel dengan tajuk "Confessioms of an al-Qaeda Terrorist" yang menyatakan bahawa Abu Bakar Ba'asyir disebut sebagai dalang peledakan di Masjid Istiqlal. TIME menduga Ba'asyir sebagai sebahagian dati jaringan terorisme antarabangsa yang beroperasi di Indonesia. TIME mengutip dari dokumen CIA mengatakan bahawa Ba'asyir "terlibat dalam pelbagai plot". Menurut pengakuan Umar Al-Farouq, seorang pemuda Yaman berusia 31 tahun yang ditangkap di Bogor pada Jun, mengaku menjadi tenaga kerja al-Qaeda di asia tenggara. Dia juga mengatakan mempunyai hubungan yang agak rapat dengan Abu Bakar Ba'asyir. Menurut pelbagai laporan tyang dikombinasikan dengan siasatan majalah TIME, Ba'asyir merupakan pemimpin spiritual Jamaah Islamiyah yang bercita-cita membentuk negara Islam di Assia Tenggara. Ba'asyir juga dituduh mengetuai Gerakan Farouq

bersambung...

No comments:

Post a Comment

Copyright© All Rights Reserved sofya-mencaridiri.blogspot.com