~~Maksud Islami "Yang terjadi kan tetap terjadi-Qiara"


~~Di ketika ini keadaan tiada mengizinkan… untukku lafazkan kata-kata menghuraikan perasaan… tapi ku meyakini yang kan terjadi tetap terjadi… usah ada gesaan apalagi suatu paksaan… ku tahu diriku sudah tiada ku ingin lebih bersedia…

~~Lalu di atas nama cita-cita kau ku tinggalkan sementara… dengan percaya engkau akan mengerti… dan sabar menanti…

~~Berdoa-berdoalah sayang… sepenuh keyakinan… bukan berjanji bukan bersumpah… cuma percaya… ku kan pulang padamu jua… (dinda)…

~~Apa yang terjadi kan terjadi… dengan keizinan Ilahi… Aku meyakini yang kan terjadi tetap terjadi… Aku meyakini yang kan terjadi tetap terjadi… pertemuan… di azali…~~

***

(tafsiran lirik)

~~Menceritakan tentang dua alam yang berbeza situasinya. 1/3 malam akan bangunlah hamba-hamba yang beriman untuk mengabdikan diri kepada Allah. Perlahan-lahan alam dunia ditinggalkan demi menyusuri alam tafakur yang penuh dengan ketenangan. Tiada kata-kata yang dapat menghuraikan perasaan penulis ketika dia hanyut di alam roh. Perkara itu terjadi dengan sendirinya, tiada gesaan mahupun paksaan daripada sesiapa. Maka, hanyutlah Diri dan semakin asyiklah Diri dengan panahan cinta Allah.

~~Itulah cita-cita yang menjadi impian hamba yang beriman. Demi cita-cita yang suci itu jualah, jasad ditinggalkan sementara. Kaku… kerana ‘isinya’ sedang mengembara jauh meraih cita-cita yang maha agung.

~~Pemergian Sang Diri bertemu Kekasihnya hanyalah sementara, kerana kelak dia akan kembali menyarungi jasad yang ditinggalkan sementara. Dia bermohon agar jasad meneruskan amalan-amalan zahir yakni amalan syariat.

~~Itulah dua dunia yang disentuh pada perenggan pertama. Syariat pakaiannya jasad, manakala makrifat pula pakaiannya batin. Kedua-duanya haruslah bergerak seiring dan berpadu untuk membuahkan hakikat. Firman Allah dalam Surah ar-Rahman ayat 19-20: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”

~~Apa yang terjadi kan tetap terjadi. Sesuai dengan firman Allah: “Apabila aku mengatakan ‘JADILAH’, maka ‘terjadilah’ ia.”

Wallahua’lam

YANG TERJADI KAN TETAP TERJADI_QIARA

No comments:

Post a Comment

Copyright© All Rights Reserved sofya-mencaridiri.blogspot.com