~~Segalanya Tentang Samarkand~~




pada tahun 1206 seorang pemimpin mongol telah mempersatukan berbagai suku mongol dibawah kekuasaannya, dia adalah Genghis Khan nama aslinya adalah Temujin, dia dan pasukannya yang bengis telah mengubah tujuannya ke Asia Barat.
Samarkand adalah sebuah nama kota kuno yg menjadi ibukota Persia dan Arab. pada tahun1220, Kota ini menjadi pusat kekaisaraan kwaewzmian, yang menduduki wilayah antara Timur Tengah dan wilayah mongolia.
pada bulan juni 1220 pasukan mongolengepung kota itu, Samarkand dipertahankan dengan garnisun berjumlah 110.000 dibawah pimpinan Alub Khan, yg saat itu menjadi gubernur kota itu.
Genghis Khan membawa prajurit berjumlah 120.000. penduduk kota Samarkand ketakutan lalu mereka berfikir lebih baik bekerja sama dengan pasukan penyerbu dari pada melawanya dan mereka mebuka gerbang kota dengan harapan mendapatkan belas kasihan, ternyata harapan mereka sia-sia, pasukan mongol begitu kejam. Alub Khan bersama 1000 prajurit berkuda berhasil lolos, tetapi Samarkand telah dikuasai Mongol. (http://akramoctaviori.blogspot.com/2011/06/samarkand.html )
********************************************************************************
Letak Geografis: Samarkand merupakan salah satu kota tertua di dunia. Kota ini terletak di Republik Uzbekistan. Kata  “kand” berasal dari bahasa Persia yang berarti “kota”. Sedangkan kata “samar” sampai saat ini belum ditemukan terjemahan maknanya yang memuaskan.
Dahulu, Samarkand merupakan ibukota Transoksania selama lima abad sejak masa dinasti Saman sampai masa dinasti Timur. Di samping itu, Samarkand dan Bukhara merupakan dua kota terpenting di Transoksania. Samarkand terkenal dengan kota surga karena iklimnya yang sedang seperti daerah-daerah lain di Asia Tengah. Penduduk Samarkand berjumlah sekitar 500.000 jiwa.
Posisinya: Dewasa ini, Samarkand merupakan kota paling ramai di Uzbekistan di bidang pertanian, perdagangan dan industri. Sepanjang sejarahnya, kota Samarkand pernah mengalami tiga kali masa kehancuran. Yang pertama terjadi pada tahun 329 SM oleh Alexander, ketika kota itu masih bernama Markanda. Kehancuran kedua terjadi pada masa Jengis Khan tahun 617 H/220 M. Dan yang terakhir terjadi pada masa Uzbek, pertengahan abad kesembilan Hijriah (abad kelima belas Masehi). Ketika itu, suku-suku Uzbek belum memeluk agama Islam.
Masuknya Islam: Islam mulai masuk ke Transoksania pada tahun 46 H. Ketika itu, Kutaiba bin Muslim ditunjuk sebagai gubernur Khurasan pada saat kendali pemerintahan berada di tangan Tharkhun.
Pada tahun 91 H/709 M terjadi perdamaian antara Tharkhun dan Kutaiba ibn Muslim dengan kesepakatan bahwa Tharkhun berkewajiban membayar jizyah (upeti) dan jaminan kepada umat Islam. Tetapi, perjanjian damai itu membuat marah rakyat Tharkhun yang kemudian memaksanya melepaskan jabatan dan menggantikannya dengan Ikhsyid Ghurak. Meski demikian, Kutaiba berhasil memaksa penguasa baru itu untuk menyerah pada tahun 93 H/712 M setelah sebelumnya mengepung kota Samarkand beberapa lama. Samarkand dan Bukhara menjadi pangkalan penyebaran Islam selanjutnya.
Setelah itu, kekuatan Samarkand mulai melemah setelah sebelumnya merupakan titik tolak tersebarnya agama Islam ke Cina, India dan Rusia. Rusia bahkan pernah berada di bawah kekuasaannya selama tiga abad di mana adipati Moskwa membayar upeti kepada pemerintahan Bukhara setiap tahun. Tetapi, kaesar-kaesar Rusia kemudian berhasil merebut wilayah-wilayah Islam itu. Benteng Islam pertama di Transoksania (benteng Aq Masjid) pun kemudian jatuh ke tangan Rusia pada tahun 1852 M.
Ketika Turki Usmani mengancam Eropa dan melebar ke Asia dan Afrika pada pertengahan abada keenam belas, Kekaisaran Rusia menyerbu kota Samarkand dan kota-kota Islam lainnya. Ketika komunis berkuasa di Rusia pada tahun 1342 H/1923 M, Samarkand berada di bawah wilayah Uni Soviet hingga masa keruntuhannya tahun 1412 H/1991 M. Setelah Republik Uzbekistan memerdekakan diri, kota Samarkand masuk ke dalam wilayah Republik Uzbekistan.
Objek Wisata: Di antara industri klasik yang terkenal di Samarkand adalah industri kertas, tekstil dan karpet. Sepanjang sejarah, Samarkand terkenal dengan jumlah sekolah yang sangat banyak yang merupakan indikasi betapa besarnya perhatian penduduk terhadap ilmu pengetahuan. Di Samarkand terdapat makam Imam Bukhari rahimahullah, penulis buku hadis sahih yang paling autentik.
Tokoh-tokoh Samarkand: Di Samarkand terdapat sejumlah ulama terkenal seperti Muhammad Addi As-Samarkandi, Abu Manshur Maturidi, Abul Hasan Maidani, Ahmad ibn Umar, Abu Bakr As-Samarkandi, Muhammad ibn Mas`ud As-Samarkandi (penyusun Tafsir Al-Iyasyi), Alauddin As-Samarkandi, Najibuddin As-Samarkandi, Abul Qasim Al-Laitsi As-Samarkandi dan Qadi Zadah Ar-Rumi. (http://saniroy.archiplan.ugm.ac.id/?p=424 )

lagi link mengenai samarkand :
**************************************************************************


~~Di sebalik "takdirmu takdirku" - Ismeth Ulamraja~~



~~Ruang gelap sepi mendambakan pertemuan… pertemuan antara ruang kosong… yang lama tinggal bermukim di hati… dan bagaikan di angkasa… sepi di laut lepas tak bertepi… ku biarkan berlalu tanpa reaksimu…

~~Perjalanan menuju cintamu hampir menemui mati…

~~Namun aku masih menoleh janji… kerna di hadapanku hanyalah mimpi… masa lalu seakan kembali mengisi ruang hidupku…

~~Bukan jua pertemuan… dijanjikan untuk kita… tak mungkin takdirku dan takdirmu bersatu…

~~Perjalanan menuju cintamu hampir menemui mati…

~~Namun aku masih menoleh janji… kerna di hadapanku hanyalah mimpi… masa lalu seakan kembali mengisi ruang hidupku…

***

(makna lirik)

~~Pada rangkap pertama, puisi/lagu membicarakan tentang seorang hamba yang merindui sebuah pertemuan hakiki. Pertemuan antara ruang kosong iaitu ruang hati dan nurani… ruang yang hanya menempatkan DIA. Namun, ruang ini sering dibiarkan sepi. Tiada dilawat walau sekelip. Lalu, sang hamba melupakan dia dalam detik tidak sedar.

~~Sang hamba kembali menagih cinta yang ditinggalkan. Cinta yang suci telah dipalit noda, tentulah sukar untuk di’bersih’kan. Kerana DIA mahukan cinta suci.

~~Biarpun payah, biarpun gundah, sang hamba tetap meneruskan pencariannya. Ingin terus meraih cinta DIA. DIA juga telah membuat janji untuk hambaNYA yang beriman. Mengenangkan janji suci itu, lalu sang hamba terus mencari DIA. Itulah cinta ‘masa lalu’ yang Maha Agung dan kekal abadi. Tiada luput ditelan arus dunia. Masa hadapannya (dunia) yang berbalam, kian ditinggal pergi..

~~Tiadalah takdir itu akan bersatu setelah sang hamba memilih jalan ‘masa lalu’nya…~~

Wallahu’alam
Takdirmu…takdirku_Ismeth UlamRaja



~~Pelayaran by May~~




~~Berilah peluang kepada diriku ini… meneruskan pelayaran ini… dan mencari secebis erti… untuk aku berdiri…

~~Usahlah kau menghalang diriku… untuk mengejar cita ini… agar kau capai kejayaan… dalam hidup…

~~Ku hanya memberi satu kesenian… untuk dinikmati bersama… akan ku hulur dengan caraku… yang ikhlas ini…

~~Aku juga insan sepertimu… perlu melengkapkan diri… melalui lorong hidupku… akan ku teruskan pelayaran ini… sehingga hujungnya…~~

***
(Makna lirik)

~~Lagu pelayaran pada rangkap pertama mengisahkan tentang aku iaitu DIRI (Rohani) memohon agar dia diberikan peluang oleh diri (jasmani) untuk meneruskan sebuah pelayaran. Bukanlah pelayaran biasa, bahkan sebuah pelayaran untuk mencari sebuah erti ‘kehidupan’ yang kekal abadi.~~

~~Rangkap kedua, DIRI mengingatkan  pasangannya agar tidak menghalanginya untuk terus mengejar sebuah cita-cita abadi. Cinta Allah.  Asal sahaja hubungan dengan Allah itu baik, maka segala kejayaan pasti dapat dicapai. Inilah yang dimaksudkan dengan  “Kejarlah akhirat, pasti dunia mengekorimu.”~~

~~Ilmu mengenal Allah, ilmu mencintai Allah bukanlah sekadar ilmu hakikat, bahkan turut berkait rapat dengan kesenian. Sebuah kesenian yang halus…yang harus diperhalusi, harus dititikberatkan, harus diukir cantik biarpun banyak sekali ‘contengan’ asing (dugaan) yang wujud. Kedua-dua mereka (jasad dan roh) perlu saling melengkapi untuk menikmati hasil karya Maha Agung. Kerana DIAlah pencipta segalanya. Setiap yang tersurat pasti ada yang tersirat. Bisakah kita menghuraikan satu demi satu? Inilah caranya rohani dapat membantu jasmani agar sama-sama berada dalam fanalillah.~~

~~Sepertimana jasad, seperti itulah keadaan roh. Jika jasad itu baik sifatnya, begitu juga halnya dengan roh. Jika jasad itu haiwan sifatnya… begitulah keadaan roh. Kerana roh juga bersifat insani sepertimana jasad. Tidakkah ada sifat peri kemanusiaan dalam diri? Jasad dan roh ada makanan. Tetapi apa yang membezakan… pemakanan jasad akan memberi kesan buruk kepada  roh. perkara sebaliknya berlaku dalam ‘pemakanan’ roh…tidak memberikan kesan buruk bahkan kesan yg baik kepada jasad. Apakah makan roh? Itulah perbuatan mulia berlandaskan kecintaan kepada Allah sehinggakan DIRI itu hilang dalam cinta Allah. Inilah lorong sebuah kehidupan. Inilah destinasi sebuah pelayaran. Meraih cinta Allah sehingga mampu berserta DIA dalam pelbagai situasi…~~

WALLAHU’ALAM
Pelayaran_MAY

~~Disebalik lirik "Teman pengganti"- Malique ft black~~




~~Ketawa bersama… menangis bersama… ku bersumpah harap kita mati pun bersama…

~~sejak dua menjak ini… makin kerap ku diganggu visi… bila celik juga bila mimpi… aku Nampak kau, tapi bukan aku yang di sisi… dia membelaimu dengan izin dan permisi… sentuhan katanya semuanya kau iakan… sentuhan jari kau diamkan dan biarkan… aku redha walau tidak ku damba… walau hampa semuanya dah dijangka…

~~Beberapa purnama dulu cinta bertakhta… kenangan dibina kita indah belaka… ketawa bersama menangis bersama…. Namun hakikatnya bukan mudah… aku sembunyikan gulana gundah…. Segalanya kan berubah… dengarkan apa yang ku mahu luah…

~~Rahsia ini telah lama aku pendamkan… tiba masanya segala-galanya ku ceritakan… aku kan pergi… pergiku tak akan kembali… tiba masanya kau cari teman pengganti…

~~Dalam dunia yang maya, prejudis dan bias… kita tak terlepas dari terkena tempias…. Rimas ditindas sembunyi dalam puisi dan kias… tidak kau bidas, tak berpaling walau sekilas… hanya kau yang tahu kodeksku yang kompleks… dalam disleksia cuba kekal dalam konteks… bila dunia seolah tak memahami… kau sudi selami, dalami dan mengalami…

~~Setia mendengar, sentiasa hadir… ingat setiap ulangtahun, setiap hari lahir… tiba pagi syawal kaulah yang terawal… syawal yang terakhir ini pasti rasa janggal… 70 ribu hijab harus ku singkap… ku sorok kitab balik tingkap penjara hinggap…

~~Dalam diam ada seorang ku puja… kau teristimewa tapi dia yang sempurna…

~~Sejak dua menjak ini, ku mencari fungsi kewujudan… dalam persekitaran yang penuh dengan kejumudan… terperangkap dalam jasad, ku keliru… mujur ada kau si peneutralisasi pilu… namun aku tetap murung, berkurung… tubuh makin susut menunggu tarikh luput… komplikasi di halaman rusuk kiri, makin sukar nak bernafas, nak bergerak, nak berdiri…

~~Lagu ini yang terakhir aku sajikan… kalau rindu nanti boleh kau nyanyikan… jaga diri jangan makan hati… yang patahkan tumbuh, yang hilang kan berganti…. Bilik dah ku kemas, katil dah ku rapi… cincin, kunci dompet dalam laci… ada sikit wang itu saja baki… moga-moga cukup untuk majlis itu nanti.

~~Aku kan pergi…bertemu kekasih abadi… tiba masanya kau cari teman pengganti…~~

***
(Makna Lirik)

~~(secara hakikatnya, roh itu sentiasa mendambakan cinta Allah. dan makanan bagi roh itu amal ibadah. namun sifat manusia itu tidak mahu mencari cinta yang abadi. kerana mereka buta menilai biarpun 'cinta' itu sudah ada lakarannya di dalam al-quran. rangkap ini menceritakan bahawa roh mahu bersama-sama dengan jasad dalam meraih cinta Allah sehingga ke akhir hayat mereka)

~~Namun harapan itu seakan terkubur apabila diri Roh melihat di samping jasmaninya tiada berserta Allah lagi. Bahkan sesuatu yang bersifat jahil (keduniaan) sedang menemani diri jasad. Ini bererti sang hamba semakin lalai dengan nikmat dunia sehingga secara tidak sedar telah melupakan DIA.

~~Rangkap ketiga, mengimbau peristiwa di mana sang hamba sedang asyik bercinta dengan DIA, segalanya indah. ‘Ketawa bersama, menangis bersama’ diertikan sebagai kehidupan yang adakalanya sukar dan adakalanya menggembirakan. DIA sentiasa ada bersama hambaNya. DIAlah perungkai masalah hamba yang dikasihiNya.

~~Rahsia apakah yang bersifat terpendam? Itulah rahsia antara DIA dan hambaNya. Rahsia yang jelas dinyatakan  tetapi perlu mencari untuk melihat apa yang tersirat didalam tersurat.  Sesungguhnya Allah itu Maha Pemberi Petunjuk. Selangkah kita melupakan DIA, selangkah jua DIA melupakan kita. Tetapi harus beringat akan azab yang menanti. Maka, nikmat yang manakah harus kita dustakan? Tuhan yang bagaimana boleh menjadi penggantiNya?

~~Rangkap kelima, mengisahkan tentang sang hamba yang akhirnya mengakui kebenaran cinta hakiki. Mahabbatullah. Dalam dunia pancaroba, DIA tidak terlepas dari terkena tempias. makhlukNya sendiri yang mendustakan agamaNya. makhlukNya sendiri menghina DIA. Tetapi, hamba yang menjadi kekasihNya, hamba yang mengenaliNya, hamba yang mencintaiNya… pasti tidak akan terusik dengan perkara sebegitu. Mereka ini adalah golongan yang tetap dengan pendirian dan tetap imannya. Hanya golongan ini yang memahami isi dan ayat sebenar “naskah lama” (al-Quran)walaupun masih sukar, namun tetap dengan keadaan itu.

~~Rangkap keenam bermaksud, situasi sang hamba dalam keadaam penyerahan diri kepada Allah.
- ‘Setia mendengar’.. itulah zikrullah
- ‘Sentiasa hadir’… itulah keadaan diri sebenar-benar diri. 
- ‘Ingat setiap ulangtahun, setiap hari lahir’… simbolik kepada sebuah perhubungan yang erat. Setiap apa mengenai DIA, sudah kukuh terpatri dalam hati sanubari. Mana mungkin ada yang mampu menggugahnya.
- ‘Syawal’= sinonim dengan bulan menyambut aidilfitri, juga kemenangan umat Islam yg berpuasa. Namun, dalam lagu ini berbeza maksudnya. Maksudnya di sini adalah kemenangan seorang hamba yang beriman dalam peperangan menentang hawa nafsu.
-‘kaulah yang terawal’ merujuk kepada DIRI sebenar-benar diri sudah muncul.
-’70 ribu hijab harus ku singkap’ bermaksud penyerahan tahlil kepada 7 manusia penting setiap seorang sebanyak 70 ribu.
-‘ku sorok kitab balik tingkap hinggap’ merujuk kepada ilmu hakikat yang bersifat tersembunyi bertujuan untuk menjernihkan diri roh yang bagaikan terpenjara. Inilah yang dimaksudkan dengan ‘sucikanlah nama tuhanmu dengan zikrullah’.

~~Rangkap ketujuh: kembali kepada keadaan penulis, dia menyatakan bahawa dunia itu istimewa baginya, namun tidak dapat menandingi keistimewaan dan kesempurnaan Allah.

~~Penulis masih mencari  fungsi wujudnya dia. Dia keliru dan terperangkap dalam alam roh, mujur ada si peneutralisasi (Allah),
-‘murung berkurung dan tubuh kian susut’ menggambarkan keadaan diri penulis yang benar-benar cintakan Allah. Dia hanya menunggu ‘maut’ datang menjemput untuk bertemu DIA.
-komplikasi di halaman rusuk kiri’ simbolik kepada kedudukan jantung dan hati. Penuhkan hatimu dengan DIA.. degupkan degupan jantungmu berserta DIA (zikir).

~~’Lagu ini yang terakhir aku sajikan’ bermaksud ucapan zikrullah itu sendiri. di akhir hakikat 'kehidupan' sudah tiada huruf dan suara. lalu yang terakhir itu adalah 'ingatan pada Allah'. Ucapkan nama DIA dikala rindukan DIA. Jaga DIRImu yang telah bersih, jangan dikotorkan kembali.
-‘Jangan makan hati’ simbolik kepada pengotoran hati setelah melakukan pembersihan hati.
-‘Yang patahkan tumbuh, yang hilangkan berganti’ bermaksud lawanlah hawa nafsu sehingga diganti nafsu itu dengan nafsu mencintai Allah. kerana perang yang paling besar adalah melawan hawa nafsu.
-‘bilik dah ku kemas, katil dah ku rapi’ simbolik kepada pembersihan hati yang hakiki. keempat-empat alam (mulki, malakut, jabarut dan lahut), keempat-empat anasir zahir (tanah, air, angin dan api) dan keempat-empat anasir batin (dzat, sifat, asma dan afaal) telah lengkap 'pengisiannya'.
-‘cincin, kunci , dompet dalam laci’ simbolik kepada keduniaan. penulis menyatakan bahawa dia menyimpan segala kemewahan dan kenikmatan dunia jauh dilubuk hati.
-‘wang’ simbolik kepada jumlah amalan, semoga cukup untuk suatu perjalanan yang jauh.

~~Aku kan pergi… bertemu kekasih abadi…tiba masanya kau cari teman pengganti…~~

Wallahu’alam

Copyright© All Rights Reserved sofya-mencaridiri.blogspot.com