~~Di sebalik lirik "MAJNUN_HAZAMA"~~


~~Di puncak bukit ku bina kubu... 
beratapkan dedaun rimba...
Melihat penjara kamarmu dari jauh...
Bermulai airmataku hancur luluh hatiku...

~~Di puncak bukit ku kenang semula...
Hari kita mesra melakar nama...
Saat pertama bibirku melontar namamu...
Terpukau matamu gila buatku...

~~Hanya namamu nyanyian angin yang menjadi udara...
Hanya namamu bagai darah mengalir ke jantung...
Kerana kamu aku hilang...
Aku hilang akal terjadi gila...
Gila...

~~Mereka ketawa melihat aku membawa diri ke sini...
Namun malam ini saja yang dapat dierti...
Kini cuma burung-burung mendengar laguku...
Semua impian dan harapan terkubur...

~~Bila ku kenang semula...
Berita terima teriak namanya...
Hari tanganmu dijanjikan pada ku...
Pastinya semakin gila kau buatku....

~~Apalah dosaku yang dimakan waktu...
Dihalangi dari mendampingimu...
Hingga masa engkau hulurkan nyawa...
Menyebut namaku dinafas terakhir....

~~...Sayangku Laila...laila...laila...laila...

~~... Biar terdampar ku tidur di sebelahmu untuk sementara...
Menanti bungaku bangun dari pusara...~~

*** 

(Maksud lirik)

~~ Majnun berasal dari perkataan arab (majnunun) yang bermaksud yang gila.

~~Pada rangkap pertama, 'Di puncak bukit ku bina kubu' bermaksud sebuah kehidupan yang terlontar jauh dari Pemilik Cinta Yang Abadi. Penulis menggambarkan bahawa dirinya itu berada di puncak kejayaan, namun bukanlah kejayaan dalam meraih cinta hakiki. Bahkan kejayaan yang mana nikmatnya dikecapi di dunia sementara. Dalam pada itu, dia sempat menoleh seketika 'alam kehidupan' lampaunya.

~~Di ketika itu, bagaikan terkenang semula tentang kehidupan azalinya. Bibir sang manusia itu  hanya basah dalam menyebut nama Tuhannya. di kala itu, tiada hijab yang menjadi penghalang...terpukaulah diri melihat renungan kasih dari Sang Penciptanya.

~~Hanyalah nama DIA; ALLAH yang menjadi sendi dan tunjang dalam setiap turun naik nafasnya. Hanya nama DIA; ALLAH yang mengalir dalam setiap aliran darahnya menerjah ke jantung. Lalu berdeguplah jantung mengikut rentak alunan zikir. Kerana DIA lah, manusia sering fana dalam dzatNYA.

~~Manusia yang tidak mengerti hanya akan mempersendakan 'kehidupan' ini. Bahkan mereka mengatakan bahawa 'kehidupan' ini adalah permulaan kesesatan. lalu bergelak ketawalah mereka tanpa ada usul dan periksa. maka itu, berulang kembali sejarah Nabi Nuh A.s. Manusia yang bergembira tawa itu bagai dibutakan matanya, ditulikan telinganya, dibisukan wicaranya agar tidak mampu untuk melihat, mendengar dan menyebut keindahan bait puitis lagu ALLAH. Kini, lagu itu hanya menjadi halwa pendengaran burung-burung...lalu mereka menyahut bersama ciakan mereka dalam mengesakan ALLAH. semakin lama, semakin terkuburlah 'lagu' itu dan kedengaran asinglah pada manusia.

~~Sekali lagi penulis terkenangkan saat dia 'diseru' oleh ALLAH untuk menjadi ahli Zikrullah dengan diberikanNYA jaminan kepada hamba yang beramal. 

~~Namun, tidak begitu mudah untuk berdampingan dengan ALLAH sekiranya masih ada lagi sisa-sisa dosa dan noda yang belum dibersihkan. Lalu bertaubatlah sepenuh hati sehingga sikap mazmumah seorang manusia itu lenyap dari dalam diri. hiduplah kembali 'diri' yang bersih dan memacu laju dalam mendapatkan cinta hatinya.

~~Sayangku... ALLAH. tiada tuhan melainkan Allah. 

~~Biarku terdampar kelelahan di sisiMU, asal sahaja cintaku semakin tumbuh, berkembang dan mekar lalu mengharum wangi tiada layu, hanya untukMU.

Wallahua'lam

Majnun_Hazama

2 comments:

Copyright© All Rights Reserved sofya-mencaridiri.blogspot.com