~~Kiasan "Syair si pari-pari - Zamani"~~

(Hiasan sementara)

~~Lara... Kian parah merusuh dada...
Terpintas litar ku terasa...
Sepi... nyaring menjerit dan membingit...
Lenyap damai tanpamu...

~~Masa... tersimpul di alam yang kelam...
Olak-alik arah tujunya...
Hanya... hanya zahirmu yang kan bisa...
Meleraikan segala-galanya...

~~Di bawah sinaran ungu...
Kau persembahkan syairmu untukku...
Gemalai tarimu bagai...
Sang pari-pari turun ke bumi...

~~Menjelmalah kau dari maya...
Hiburkanlah hatiku gundah...
Jangan biarkan aku...
Keliru... Memburu... dirimu...

~~Masih berlegar di antara mimpi...
Bagai nyata kau hadir dan bersenda...
Telah ku hulurkan kasihku padamu...
Tak kau genggam jiwaku yang tercengkam...
Aku... yang terseksa... Dan menanti... Kan mu...~~

*** 
 (Makna Lirik)

~~Rangkap pertama berkisarkan tentang keadaan diri penulis bagaikan kehilangan 'hidup'. Jiwa terasa kosong dan sepi, hatinya menjerit meronta mahukan 'pengisian'. Tiada DIA, hilanglah damai...

~~'Kehilangan' ini mampu diubati dengan kehadiran DIA. Hanya Allah yang mampu mengembalikan warna sebuah kehidupan biarpun kehidupan yang tersembunyi.

~~'Di bawah sinaran ungu' simbolik kepada keadaan 'alam' kerohaniannya. 'Diri' penulis mengalunkan zikir untuknya. 'Gemalai tari' bermaksud rentak zikir yang begitu lembut laksana tarian si pari-pari.

~~Penulis merayu agar sang Kekasih menjelma menunjukkan 'wajahNYA'. Penulis tidak mahu terkeliru dalam memburu cinta hakiki. Walaupun imannya tidak rapuh, namun tidak pula terlalu kukuh.

~~Kehadiran 'diri' itu bagaikan nyata dalam mimpi. Masih belum benar-benar muncul dan masih terlalu goyah. Walaupun telah merintih, merayu menyebut namaNYA, namun tiada jawapan pasti daripada Pemilik Cinta. Pun begitu, dia tetap menanti dalam mencari...~~

Wallahu'alam

Syair si Pari-pari_Zamani




No comments:

Post a Comment

Copyright© All Rights Reserved sofya-mencaridiri.blogspot.com