~~Kiasan "Kurnia-Slam"~~


~~Terlukis hakikat insani...
dari tinta lautan jiwa...
satu penzahiran rasa jelas di mata...
satu lakonan di pentas dunia...~~

~~Lukisan tidak berbingkai...
dan bahasa yang tak ternilai...
kita renangi bersama lautan nikmat...
sampai ke pulau segala keramat...~~

~~Ayuhlah kita pulang...
dendangkan lagu kasih sayang...
hilangkan keraguan terangkan kegelapan...
apa yang ada di langit dan bumi...
adalah satu curahan cinta kita tak terperi...~~

~~Aku hanya menumpang kasih melihat keindahan...
menjamah kebahagiaan...
dan berterima kasih atas kurnia...
yang tak terhingga...~~

*** 
(Makna lirik)

~~Rangkap pertama nyata terangnya,
Berkaitan hati dan juga jiwa,
Rindu tertanggung tidak terkira,
Sehingga jelas terbayang di mata.

~~Rangkap kedua baru bercerita,
Diri Hakikat itulah Dia,
Tiada bahasa tanding taranya,
Diam membisu terkunci bicara.

~~Lautan nikmat itulah alamnya,
Alam Lahut sungguh selesa,
Tiada engkau tiada kita,
Tinggal hanya Aku sahaja.

~~Rangkap ketiga tentang mati,
Mati nafsu mati diri,
Tiada diri tinggallah hakiki,
Jangan dilupa lagu (zikir) azali,
Agar Dia bisa mengenali.

~~Jangan dibiarkan gelap berterusan,
Bimbang hilang jalan kebenaran, 
Langit dan bumi jadikan pelajaran,
Itulah ilmu sifatnya berpedoman.

~~Sifatnya insan menumpang tinggal,
Dalam dunia tiada kekal,
Janganlah lupa melakukan amal,
Bersyukur kepadaNya teruskan bertawakal.

~~Zikir hati makanan jiwa,
Mencari diri terlalu seksa,
Ibarat kata si guru tua,
Ini amalan orang-orang lama.

Copyright© All Rights Reserved sofya-mencaridiri.blogspot.com