~~Di Sebalik Lagu Lingsir Wengi~~




LINGSIR WENGI (ASLI)

Lingsir wengi,
Lingsir wengi,
Sepi durung biso nendro,
Kagodho miring wewayang,
Kang ngerichu ati,
Kawitane,
Mung sembrono njur kulino,
Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno,
Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi,
Nandang bronta,
Kadung lora,
Sambat-sambat sopo,
Reni wengi,
Sing tak puji ajo lali,
Janjine mugo biso tak ugemi.

(Mohon maaf kira salah ejaan)

***
Menjelang tengah malam,
Saat menjelang tengah malam,
sepi tidak bisa tidur,
Tergoda bayanganmu di dalam hatiku,
Permulaannya hanya bercanda kemudian terjadi,
Tidak mengira akan jadi cinta,
Kalau sudah saatnya akan terjadi kepada diriku,
Menderita sakit cinta, 
Aku harus mengeluh kepada siapa?
Siang dan malam,
Yang ku cinta jangan lupakan aku,
Janjinya ku harap tidak diingkari.

***
Maksud lirik

Pertemuan rahsia terjadi,
antara hati, jiwa dan rasa,
pengembaraan pertama berangkai lagi,
hingga membawa seribu makna.

Penantian membawa erti,
hadir Dia menyatakan azali,
perpisahan membawa erti,
akankah Kekasih menjelma lagi.

Di tengah malam tiada bunyi,
desir angin melawan sunyi,
percintaan pertama tadi,
kini berangkai bertemu lagi.

Kekasih tidak lupa janji,
hadir tajalli di hadapan abdi,
memberi nafas berbau wangi,
hingga abdi mahu mati.

Cinta agung berpisah tiada,
bukan kemanisan jiwa semata,
datang ujian tiada kata,
menanti bukti mekarkah cinta.

Kian lama hati gelisah,
merajukkah cinta berilham padah,
diamnya Dia membawa resah,
tetapi abdi berhati gagah,
mengharap janji tidak patah.

***
Sejarah Lagu

Lagu Lingsir Wengi telah dicipta oleh Sunan Kalijaga iaitu salah seorang daripada Wali Songo yang terkenal di Pulau Jawa. Lagu ini merupakan salah satu cara dia menyebarkan dakwahnya kepada masyarakat di mana ketika itu rata-ratanya beragama Hindu. Lagu ini mengandungi doa agar didekatkan diri hamba dengan Sang Penciptanya. Ia sering didendangkan ketika usai solat malam dalam irama yang lembut, sayu, beralun dan penuh pengharapan.

Walau bagaimanapun, lagu ini telah diubah liriknya sebagaimana yang telah digunakan dalam sebuah filem seram Indonesia dan berfungsi untuk menyeru dan memanggil makhluk ghaib.

Copyright© All Rights Reserved sofya-mencaridiri.blogspot.com